Search Button

Gandeng BEI Sumut, Pemkab Madina Beri Edukasi Pasar Modal bagi ASN

Agenda strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara TPAKD Madina dengan Kantor Perwakilan BEI Sumut

Redaksi Dalto Media
Selasa, 19 Mei 2026 | 21:27 WIB Last Updated 2026-05-19T14:27:51Z

H. Saipullah Nasution saat memberikan sambutan.

MANDAILING NATAL – Sebagai upaya memperkuat literasi keuangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar edukasi pasar modal di Aula Kantor Bupati Madina, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Selasa (19/5/2026).

​Agenda strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Madina dengan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara.

​Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pasar modal adalah peluang emas untuk memperkuat fondasi keuangan, karena menjadi ruang yang mempertemukan investor dengan pihak yang membutuhkan dana, baik dari sektor swasta maupun pemerintah.

​“Melalui pemahaman yang baik, potensi pasar modal dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik oleh pegawai secara individu maupun oleh pemerintah daerah,” ujar Saipullah.

​Lebih lanjut, Saipullah mendorong para ASN yang memiliki dana lebih agar mulai aktif berinvestasi di pasar modal. Ia menuturkan, instrumen investasi seperti saham berpotensi memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan hanya menyimpan uang di tabungan bank konvensional.

​Tidak hanya bermanfaat bagi individu, pemerintah daerah pun dapat memanfaatkan instrumen pasar modal, seperti sukuk atau obligasi syariah, untuk menarik minat investor pihak ketiga dalam mendanai proyek daerah.

​"Skema ini disiapkan sebagai opsi alternatif jika anggaran dari pusat terbatas. Contohnya, jika usulan penambahan fasilitas di RSUD Madina kepada Kementerian Kesehatan tidak terpenuhi, Pemda dapat mencari investor melalui pasar modal untuk membangun kamar rawat inap, ruang operasi, dan poliklinik," papar Saipullah.

​Bupati menjelaskan, berbeda dengan pinjaman konvensional yang menerapkan sistem bunga, pembiayaan melalui skema syariah menggunakan sistem bagi hasil yang bersumber dari pendapatan fasilitas yang telah dibangun.

​Mengutip penjelasan dari Perwakilan BEI Sumut, Saipullah menambahkan bahwa kisaran imbal hasil bagi investor diperkirakan mencapai empat hingga lima persen per tahun. Angka ini dihitung dari hasil usaha fasilitas rumah sakit yang produktif tersebut.

​Ke depannya, Saipullah berharap kegiatan ini dapat membuat ASN Pemkab Madina lebih melek secara finansial. Selain itu, edukasi ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan sektor finansial guna mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mandailing Natal. (AR)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gandeng BEI Sumut, Pemkab Madina Beri Edukasi Pasar Modal bagi ASN

Trending Now

Iklan