![]() |
| Anggota DPRD Sumut dari fraksi PAN Hermansyah Lubis saat melaksanakan reses di lingkungan VII Pasar Gunungtua, kecamatan Padang Bolak, Rabu (20/5/2026). |
PADANG LAWAS UTARA – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Hermansyah Lubis menggelar kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun Sidang II 2025–2026 di lingkungan VII Pasar Gunungtua, kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (20/05).
Reses yang menjadi agenda konstitusional anggota legislatif tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan. Selain dihadiri langsung oleh Hermansyah Lubis, kegiatan juga turut dihadiri ketua Relawan Pendukung Hermansyah Lubis (RAP HL) Sandro Voltak Harahap, unsur pemerintahan, Bhabinkabtibmas, tokoh masyarakat setempat tokoh agama, tokoh adat serta ratusan warga dan undangan lainnya.
Tokoh masyarakat setempat Sandro Voltak Harahap menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Hermansyah Lubis yang telah hadir langsung menemui masyarakat di kabupaten Paluta dan berharap kegiatan reses tersebut dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara tertib dan konstruktif.
Ia berharap kegiatan reses tersebut membawa manfaat besar bagi masyarakat secara umum dan khususnya warga lingkungan VII Pasar Gunungtua dan juga berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat direalisasikan demi kepentingan bersama.
"Kegiatan reses ini menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mempererat hubungan emosional antara wakil rakyat dan konstituennya," katanya.
Dalam pemaparannya, Hermansyah Lubis menjelaskan tentang pembagian kewenangan pemerintahan dan legislatif mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Ia menyebut terdapat kewenangan nasional yang dijalankan DPR RI, kewenangan provinsi oleh DPRD Provinsi, serta kewenangan kabupaten/kota oleh DPRD Kabupaten/Kota.
"Seluruh kewenangan tersebut harus saling bersinergi agar pembangunan dan aspirasi masyarakat dapat berjalan secara maksimal," terangnya.
Salah satu contohnya yakni pembangunan tiga ruas jalan di kecamatan Dolok, Kabupaten Paluta yang saat ini sedang berjalan merupakan kewenangan penerintah Provinsi Sumatera Utara dan sumber anggarannya berasal dari APBD Provinsi Sumut.
Berkat sinergi antara pihak DPRD dan Pemprov Sumut, pembangunan jalan tersebut dapat direalisasikan dan saat ini sedang berjalan.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan aspirasi secara langsung. Salah satunya Sapar Harahap berharap adanya perbaikan saluran irigasi untuk persawahan yang ada di wilayah kabupaten Paluta.
Menurutnya, banyaknya kerusakan yang terjadi di sepanjang aliran irigasi di wilayah kabupaten Paluta menyebabkan banyaknya lahan persawahan yang tidak bisa berproduksi dan bahkan gagal panen akibat permasalahan air.
"Karena irigasi yang kurang baik, banyak sawah kita yang tidak bisa berproduksi. Bukan hanya gagal panen, tapi gagal tanam karena tidak ada air yang memadai," katanya.
Kemudian, Fikri Harahap menyampaikan tentang kondisi air sungai Batang Pane di jalan lintas menuju desa Rondaman Lombang, kecamatan Portibi yang sering meluap ke badan jalan sehingga dibutuhkan Bronjong atau dek penahan di pinggir sungai agar aliran air tidak meluap sehingga menyebabkan banjir ke badan jalan serta pemukiman masyarakat.
Sementara, salah seorang perwakilan ibu-ibu yakni boru Siregar mengusulkan perbaikan akses jalan menuju wilayah pertanian di daerah Habaoran, kecamatan Portibi agar masyarakat petani lebih mudah dalam menjalankan usaha pertaniannya.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan warga, Hermansyah Lubis menegaskan komitmennya untuk menampung seluruh usulan masyarakat. Ia mengatakan akan memilah aspirasi berdasarkan kewenangan dan sumber anggaran, baik yang dapat diakomodasi melalui APBD Provinsi Sumatera Utara maupun melalui dukungan pribadi.
“Aspirasi masyarakat akan kami tampung dan pelajari. Mana yang masuk kewenangan dan anggaran provinsi akan kami perjuangkan di DPRD Sumut. Sedangkan yang belum dapat diakomodasi, akan kami upayakan melalui berbagai sumber sesuai dengan kewenangannya dan bahkan jika perlu akan saya upayakan bantuan pribadi secara bertahap dan sesuai kemampuan,” tegasnya disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.
Kegiatan reses tersebut berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi prioritas pembangunan ke depan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Paluta pada umumnya. (AR)
