Search Button

Dinilai Asal Jadi, Menu MBG di Paluta Tuai Protes Keras Orang Tua

Korwil SPPG Paluta, Edi Kurniawan Siregar, mewakili pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dalam penyajian menu tersebut

Redaksi Dalto Media
Kamis, 03 September 2026 | 13:29 WIB Last Updated 2026-09-04T06:29:51Z

Menu MBG yang disalurkan pada hari Rabu (2/9/2026).

PADANG LAWAS UTARA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tengah menjadi sorotan tajam. Menu makanan yang disalurkan kepada siswa dinilai jauh dari standar pemenuhan gizi anak dan terkesan dikerjakan asal jadi, Kamis (3/9/2026).

​Persoalan ini mencuat luas setelah beredarnya sejumlah foto menu MBG pada Rabu (2/9/2026) yang viral di media sosial Facebook. Dalam potret tersebut, tampak seporsi makanan di dalam wadah stainless yang hanya berisi nasi putih, sebutir telur rebus, satu buah jeruk, dan beberapa potong tomat mentah.

​Diketahui, dapur penyedia MBG tersebut berlokasi di Paranginan, Desa Gunungtua Jae. Dapur ini dikelola oleh SPPG Gunungtua Jae di bawah naungan Yayasan Khayana Pelita Mandiri. Kondisi menu yang memprihatinkan ini memicu kekecewaan memuncak dari para orang tua penerima manfaat.

​“Bagaimana ceritanya ini disebut makanan bergizi kalau menunya seperti ini? Mana mungkin anak-anak mau dan bisa makan lauk begini,” keluh Anhar Siregar, salah seorang orang tua siswa di SDN 101080 Gunungtua.

​Rupanya, keluhan terkait kualitas dan minimnya porsi makanan ini bukanlah insiden pertama. Seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa makanan di bawah standar ini sudah sering didistribusikan ke sekolah anaknya di salah satu SD di Pasar Gunungtua selama lebih dari tiga bulan terakhir.

​“Bukan sekali dua kali, ini sudah sering terjadi. Kami disuruh komplain langsung ke pihak pengelola. Sudah sering kami protes, tapi tetap tidak ada perubahan. Cuma minta maaf saja, tapi praktiknya tidak ada perbaikan,” ungkapnya kecewa.

​Sikap kurang menyenangkan juga dialami oleh seorang kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas menyalurkan MBG kepada penerima manfaat B3 di desanya. Saat mempertanyakan kondisi menu yang dinilai tak layak, ia justru mendapat respons arogan.

​“Saya sempat mempertanyakan kondisi menunya, tapi dijawab kasar. Mereka bilang, ‘Tidak usah protes, kerjamu hanya menyalurkan’,” terangnya menirukan ucapan pihak pengelola dapur.

​Menanggapi gelombang protes tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Paluta, Edi Kurniawan Siregar, akhirnya angkat bicara. Mewakili pihak penyelenggara, ia menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dalam penyajian menu tersebut.

​“Hal ini sudah kami konfirmasi ke pihak terkait. Pihak SPPG memohon maaf, memang terdapat sekitar 100 porsi makanan yang tersaji seperti itu. Hal tersebut dikarenakan adanya miskomunikasi antara divisi distribusi dan divisi pemorsian,” dalih Edi saat dikonfirmasi.

Ia menjamin insiden serupa tidak akan terulang lagi pada penyaluran MBG ke depannya. Namun, di sisi lain, Kepala SPPG Gunungtua Jae, Adi Siregar, memilih bungkam dan enggan memberikan tanggapan saat dikonfirmasi langsung oleh awak media terkait persoalan ini.

​Buntut dari kejadian ini, masyarakat Paluta mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan menindaklanjuti. Pemerintah daerah dituntut untuk memperketat pengawasan terhadap pengelolaan dapur MBG, yang mencakup audit kualitas bahan makanan, kewajaran porsi, standar kebersihan, hingga kepastian kandungan gizi agar program kampanye pemerintah ini tepat sasaran. (AR)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dinilai Asal Jadi, Menu MBG di Paluta Tuai Protes Keras Orang Tua

Trending Now

Iklan