Search Button

Remaja 16 Tahun di Tapsel Meninggal Dunia, Diduga Tenggak Racun Rumput

Redaksi Dalto Media
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:17 WIB Last Updated 2026-05-06T11:17:18Z
Foto: Pihak kepolisian melakukan olah TKP.

TAPANULI SELATAN - Seorang remaja laki-laki berinisial AAS (16) meninggal dunia usai diduga meminum racun rumput jenis herbisida. Peristiwa nahas tersebut terjadi di kediaman nenek angkatnya di Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (5/5/2026).

​Kapolsek Batang Toru, AKP P. M. Siboro, menjelaskan bahwa insiden ini pertama kali diketahui pada pagi hari. Saat itu, korban tiba-tiba mengeluhkan sakit yang luar biasa di bagian perutnya.

​“Korban sempat mengeluh sakit perut, sehingga neneknya berupaya memberikan pertolongan awal. Namun, kondisi korban terus memburuk,” ujar AKP P. M. Siboro.

​Kecurigaan keluarga menguat setelah mereka menemukan sebotol herbisida dan minyak makan yang isi kedua cairannya sudah berkurang drastis. Dalam kondisi lemah namun masih sadar, korban sempat meminta minum susu dan berulang kali menyiram tubuhnya dengan air karena mengeluh kepanasan.

​Melihat kondisi tersebut, keluarga bergegas membawa korban ke Puskesmas Batang Toru menggunakan becak.

​Berdasarkan keterangan tenaga medis yang diterima pihak kepolisian, korban yang saat itu masih sadar mengakui perbuatannya. “Korban mengaku telah meminum racun karena merasa pikirannya sedang kacau atau sumpek. Namun, motif pastinya masih belum dapat dipastikan,” kata Siboro.

​Lantaran kondisinya yang terus menurun, AAS kemudian dirujuk ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk mendapatkan penanganan intensif. Sayangnya, nyawa remaja tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.30 WIB.

​Menerima laporan kejadian, jajaran Polsek Batang Toru segera turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu botol herbisida, sisa minyak makan, serta kaleng susu yang sempat dikonsumsi korban setelah kejadian.

​Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, terungkap bahwa dalam dua pekan terakhir korban sering terlihat gelisah dan murung.

​“Indikasi sementara mengarah pada tindakan bunuh diri, namun kami tetap mengedepankan pendalaman lebih lanjut berdasarkan keterangan saksi dan fakta di lapangan,” tegas Kapolsek.

​Sebagai informasi, selama tujuh tahun terakhir korban diasuh oleh nenek angkatnya. Hal ini terpaksa dilakukan karena keterbatasan ekonomi orang tua kandung korban yang harus menanggung delapan orang anak. Meskipun tinggal terpisah, jarak antara rumah orang tua dan nenek korban diketahui masih berada di dalam satu desa yang sama. (AR)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Remaja 16 Tahun di Tapsel Meninggal Dunia, Diduga Tenggak Racun Rumput

Trending Now

Iklan