![]() |
| Foto: Kabid Perdagangan Disperindag Paluta, Afrul Fahru Rozi. |
PADANG LAWAS UTARA – Harga plastik mengalami kenaikan di pasaran hingga mencapai 40 sampai 80 persen dari harga sebelumnya. Kenaikan harga plastik ini sudah terjadi secara bertahap sejak akhir bulan Maret 2026.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Paluta Afrul Fahru Rozi, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung di lapangan terkait lonjakan harga tersebut.
Menurutnya, kenaikan harga plastik ini dipicu faktor global, terutama meningkatnya harga minyak dunia sebagai bahan baku utama produksi plastik akibat kondisi geopolitik dunia yang sedang tidak normal.
“Kalau terkait plastik itu dampaknya global. Kenaikan harga dipicu mahalnya bahan baku hingga terganggunya rantai pasokan global. Karena bahan bakunya dari minyak, jadi ketika harga minyak dunia naik, plastik ikut terdampak,” katanya, Kamis (23/4/2026).
Meski begitu, kenaikan harga plastik ini belum terlalu memberikan efek signifikan atau mempengaruhi kondisi harga bahan pokok di pasaran serta kondisi ekonomi masyarakat.
Sebab katanya, untuk daerah kabupaten Paluta tidak terlalu banyak usaha atau produk yang membutuhkan baham baku plastik atau usaha yang menggunakan plastik dalam skala besar.
“Kenaikan harga paling terasa pada plastik kemasan yang digunakan dalam kebutuhan sehari-hari, termasuk kemasan bahan pangan seperti beras dan bahan pokok lainnya,” sebutnya.
Selain itu, Disperindag juga menyoroti kondisi pasokan minyak goreng khususnya Minyakita di Paluta mulai mengalami tekanan dan penurunan yang disinyalir juga merupakan dampak kenaikan harga plastik.
Menurutnya, kondisi ini juga kemungkinan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat terkait distribusi dan kewajiban pemenuhan pasar domestik.
"Untuk minyak goreng, secara umum kebutuhan daerah Paluta masih terpenuhi. Tapi memang ada sedikit penurunan pasokan untuk stok di lapangan," katanya.
Meski pasokan stok minyak goreng mengalami penurunan, kondisi stok dilapangan dinilai masih aman dan harga minyak goreng di pasaran saat ini masih dalam kondisi normal dan terjangkau masyarakat. (AR)
