![]() |
| Personel Polsek Padang Bolak melakukan pengamanan disekitar lokasi. |
PADANG LAWAS UTARA – Sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai gudang milik warga di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, ludes dilalap si jago merah, Kamis (11/6/2026) dini hari.
Bangunan nahas tersebut diketahui milik Rusli Harahap (30), seorang wiraswasta setempat. Karena sebagian besar material bangunan terbuat dari bahan yang mudah terbakar seperti kayu dan papan triplek, api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh isi bangunan.
Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Harahap, S.H., M.H., mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan anggota ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat pada pukul 00.30 WIB.
“Begitu mendapat informasi, Kanit Reskrim beserta personel Unit Reskrim dan SPKT Polsek Padang Bolak segera meluncur ke lokasi kejadian guna melakukan pengamanan TKP dan penyelidikan awal,” ujar AKP Abdul Hakim.
Setibanya petugas di lokasi, kobaran api ternyata sudah berhasil dipadamkan berkat aksi gotong royong warga setempat. Mereka berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya sehingga tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Menurut keterangan saksi mata, Junita Harahap (37), insiden ini pertama kali disadari ketika ia mendengar suara keributan dari arah SPBU Hutaimbaru pada tengah malam. Saat keluar rumah untuk mengecek, ia terkejut melihat kobaran api sudah membesar dan membakar rumah milik korban.
“Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan. Tidak lama berselang, masyarakat sekitar, termasuk saksi Bintang Harahap (25), berdatangan untuk membantu memadamkan api dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” jelas Kapolsek memaparkan kronologi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Namun, korban harus menanggung kerugian material yang cukup besar. Berdasarkan pendataan petugas, kerugian meliputi bangunan rumah dan gudang yang ditaksir bernilai Rp20 juta, tumpukan pupuk senilai Rp15 juta, serta satu unit mobil Kijang senilai Rp15 juta yang turut hangus terbakar. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp55 juta.
Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Petugas juga telah mengamankan barang bukti serta memasang garis polisi (police line).
“Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP di lapangan, sumber api diduga kuat berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Namun demikian, proses penyelidikan tetap kami lakukan untuk memastikan penyebab pastinya,” tegas AKP Abdul Hakim. (AR)
