![]() |
| Proses evakuasi buaya dari kandangnya. |
PADANG LAWAS UTARA – Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melakukan evakuasi terhadap seekor Buaya Ikan atau Sinyulong (Tomistoma schlegelii) di Simpang Candi Bahal, Desa Bahal, Kecamatan Portibi, Selasa (3/11/2026).
Diketahui, buaya tersebut merupakan satwa yang selama ini hidup di kediaman Almarhum Haji Nasution (56), warga Sihambeng Portibi. Di lingkungan sekitar, satwa amfibi ini rupanya memiliki sejarah panjang dan cukup dikenal luas oleh masyarakat.
Menurut penuturan warga Desa Bahal, Sutan Harahap, buaya tersebut diperkirakan sudah berumur 37 tahun. Lantaran usianya yang sudah puluhan tahun, eksistensi buaya ini dulu kerap menjadi daya tarik dan tontonan warga yang penasaran melihatnya secara langsung.
“Dulu waktu saya masih anak-anak sering liat buaya ini. Dulu bayar Rp5.000 sudah bisa liat buaya ini,” ujar Sutan mengenang.
Lebih lanjut, Sutan menambahkan bahwa buaya yang telah lama menetap di rumah Almarhum Haji Nasution itu dijemput langsung oleh otoritas konservasi berwenang guna penanganan lebih lanjut.
“Dijemput langsung oleh petugas dari Pekanbaru (BKSDA Riau), dibantu petugas Damkar Paluta,” tambahnya.
Mengingat ukuran dan risiko satwa, operasi pra-bantuan evakuasi ini dijalankan dengan prosedur pengamanan ketat. Buaya Sinyulong tersebut selanjutnya dibawa oleh tim BKSDA Riau untuk proses pelestarian dan penempatan di lokasi konservasi yang sesuai. (AR)
