Search Button

Matangkan Rencana Operasional AMP, PT Sumatera Pioneer Gelar Sosialisasi Lintas Sektoral

Menurut Lairar, kehadiran investasi harus mampu memutar roda perekonomian lokal dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Redaksi Dalto Media
Senin, 14 September 2026 | 20:35 WIB Last Updated 2026-09-14T13:35:55Z

Unsur Forkopimda, OPD terkait dan masyarakat Siunggam.

PADANG LAWAS UTARA – Rencana operasional Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Sumatera Pioneer Building Material di Desa Siunggam Tonga, Kecamatan Padang Bolak Tenggara, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), kini memasuki tahap krusial. Tak sekadar fokus pada kesiapan produksi, pihak perusahaan bersama pemerintah daerah dan masyarakat mulai mematangkan mitigasi dampak sosial, ekonomi, budaya, hingga tata kelola lingkungan sekitar.

​Komitmen tersebut mengemuka dalam acara Sosialisasi Aspek Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Penyusunan UKL-UPL sekaligus Pemaparan Rencana Operasional AMP di area pabrik, Senin (14/9/2026).

​Acara ini dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Paluta Lairar Rusdi Nasution yang mewakili Bupati Paluta, Wakapolres Paluta Kompol Dahrun Harahap, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Padang Bolak Tenggara, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

​Manajer Produksi PT Sumatera Pioneer Building Material, Ihromi Muzam Nst, menegaskan bahwa sosialisasi ini adalah fondasi penting sebelum fasilitas AMP beroperasi penuh. Menurutnya, aktivitas industri tidak boleh melepaskan diri dari kondisi lingkungan dan sosiokultural masyarakat sekitar. Karena itu, aspek pengelolaan dan pemantauan lingkungan menjadi syarat mutlak bagi perusahaan.

​Ihromi juga membuka ruang dialog seluas-luasnya. Masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan akan dijadikan bahan evaluasi sebelum operasional pabrik berjalan seratus persen.

​“Intinya, kami ingin kegiatan produksi berjalan lancar, tertib, dan membawa manfaat nyata, dengan tetap menjunjung tinggi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan sekitar,” ujar Ihromi.

​Menanggapi hal tersebut, Asisten I Setdakab Paluta Lairar Rusdi Nasution menyatakan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung penuh setiap investasi yang masuk guna memberikan nilai tambah bagi daerah. Namun, ia memberikan catatan tegas: investasi harus membawa dampak ganda (multiplier effect).

​Menurut Lairar, tidak cukup bagi perusahaan hanya sekadar memastikan mesin produksi menyala. Kehadiran investasi harus mampu memutar roda perekonomian lokal dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

​“Pembangunan dan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi aspek lingkungan dan kepentingan sosial tidak boleh dikorbankan,” pesan Lairar menyampaikan amanat Bupati. Ia juga mengapresiasi langkah keterbukaan komunikasi perusahaan demi mencegah potensi konflik di masa depan.

​Agenda sosialisasi tersebut difokuskan pada tiga poin utama: pemaparan rencana operasional dan pengendalian lingkungan, sosialisasi kajian sosial-ekonomi-budaya, serta diskusi interaktif.

​Secara fisik, fasilitas AMP tersebut kini telah berdiri di atas lahan yang dimatangkan melalui metode cut-and-fill. Sejumlah komponen pendukung mulai dari tangki penampung, silo, unit pemanas, sistem filtrasi (cerobong), hingga struktur conveyor telah disiapkan.

​Melalui penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), seluruh potensi dampak dari operasional fasilitas industri ini diarahkan agar dapat terukur dan terkendali.

​Pada akhirnya, kehadiran AMP di Desa Siunggam Tonga diharapkan tidak hanya menjadi simbol kemajuan industri fisik, melainkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang beroperasi secara harmonis bersama masyarakat dan alam. (AR)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Matangkan Rencana Operasional AMP, PT Sumatera Pioneer Gelar Sosialisasi Lintas Sektoral

Trending Now

Iklan