![]() |
| Foto: Tangkapan layar sejumlah oknum diduga pengecer BBM memindahkan minyak dari dalam tangki sepeda motor kedalam jerigen di samping SPBU Gunungtua, Sabtu (7/2/2026). |
PADANG LAWAS UTARA - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencekik masyarakat di Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), menyisakan pemandangan ironis. Di tengah antrean warga yang kesulitan mendapatkan pasokan, praktik dugaan penimbunan BBM justru berlangsung terang-terangan, bahkan terpampang nyata hanya beberapa meter dari area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Dugaan praktik ilegal ini mencuat setelah beredar unggahan di media sosial Facebook Asroy Benny Noor Harahap yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di sekitar SPBU Gunungtua. Dalam dokumentasi tersebut, sejumlah oknum tampak sibuk menguras BBM dari tangki sepeda motor yang diduga sebagai modus pelansir untuk kemudian dipindahkan ke dalam jerigen penampungan.
Tak tanggung-tanggung, di lokasi tersebut terlihat tumpukan jerigen berisi BBM yang diperkirakan mencapai sedikitnya 200 liter. Pemandangan ini seolah menantang aparat penegak hukum, mengingat dilakukan di area terbuka pada siang hari.
Menanggapi fenomena ini, Ali Yahya, salah seorang warga Paluta yang kerap mengisi BBM di lokasi tersebut, mengaku geram. Menurutnya, praktik ini adalah “lagu lama” yang terus berulang tanpa ada penindakan tegas.
“Dari dulu begitu-begitu saja, tidak ada tindakan nyata dari aparat atau pihak berwenang. Oknum-oknum ini melenggang bebas, bahkan kami menduga kuat ada kerja sama dengan petugas SPBU,” ujar Ali dengan nada kecewa, Sabtu (7/2/2026).
Ali menjelaskan dampak nyata dari pembiaran ini sangat merugikan masyarakat kecil. Pasokan BBM di SPBU sering kali habis dalam waktu singkat, memaksa warga membeli di tingkat pengecer dengan harga selangit.
“Bayangkan, tidak sampai tiga jam BBM subsidi sudah habis. Kami yang butuh minyak sekadar untuk aktivitas mingguan terpaksa beli eceran. Untuk jenis Pertalite saja harganya tembus Rp15.000 per liter,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas yang memperparah kelangkaan BBM di Paluta ini belum mendapat respons penertiban dari pihak berwenang. Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan memberantas mafia BBM yang menyengsarakan rakyat tersebut. (AR)
