Geger, Mayat Pria Asal Padangsidimpuan Ditemukan di Sungai Hutan Nabundong Paluta

Redaksi Dalto Media
Kamis, 15 Januari 2026 | 18:50 WIB Last Updated 2026-01-15T11:50:22Z

Foto: Tim Inafis Polres Tapsel melakukan identifikasi mayat korban.

PADANG LAWAS UTARA – Warga Desa Pamuntaran, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di aliran Sungai Hutan Nabundong, pada Kamis (15/1/2026).

​Korban yang awalnya tidak diketahui identitasnya tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian, korban diketahui bernama Zulfikar Sahala Rambe (48), seorang wiraswasta yang beralamat di Jalan Dr. Pinayungan, Gang Bersama, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.

​Penemuan jenazah bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika seorang saksi mata, Jamaluddin Harahap (35), warga setempat, hendak memperbaiki saluran air. Saksi masuk ke area hutan Nabundong untuk mengecek pipa karena air di rumahnya mati.

​Saat menyusuri jalur pipa, Jamaluddin terkejut menemukan mayat laki-laki tergeletak di aliran sungai. Ia segera memberitahukan temuan tersebut kepada saksi lain, Kamis Siregar (60), yang kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Pamuntaran dan pihak kepolisian.

​Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Padang Bolak yang dipimpin Kanit Reskrim bersama Tim Inafis Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) dan KBO Reskrim Polres Tapsel langsung bergerak ke lokasi. Petugas harus berjalan kaki dari jalan lintas Gunung Tua-Palsabolas menuruni area hutan sejauh 80 meter menuju aliran sungai parit kecil hutan Nabundong.

​Dalam proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti yang mencurigakan di sekitar jasad korban dengan jarak yang berdekatan yang diduga barang pribadi korban yakni 1 buah jaket, 1 tas sandang, sepasang sandal karet, dan 1 unit handphone merk Samsung warna biru dengan kondisi layar pecah.

Kemudian, ditemukan juga tutup botol dan 1 botol racun rumput merk Gromoxone berisi cairan, serta 1 buah pisau cutter, serta ditemukan juga muntahan nasi di sekitar lokasi.

​Saat ditemukan, posisi mayat berada di aliran parit sungai kecil dengan mengenakan kaos berwarna merah dan celana hitam. Tubuh korban menghadap ke samping kanan.

​Berdasarkan pemeriksaan luar sementara di lokasi, petugas menemukan adanya luka sayatan bergaris-garis pada lengan tangan kanan korban. Selain itu, pada bagian mulut mayat ditemukan telur lalat, yang mengindikasikan waktu kematian tertentu.

​Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri bersama 10 personel BPBD Kabupaten Paluta dan dibantu sekitar 50 orang warga setempat. Jenazah Zulfikar Sahala Rambe kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Gunungtua untuk dilakukan visum guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti kematian korban. (AR)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Geger, Mayat Pria Asal Padangsidimpuan Ditemukan di Sungai Hutan Nabundong Paluta

Trending Now

Iklan