![]() |
| Wakil Bupati Paluta Basri Harahap menyerahkan cinderamata kepada Ketua KNPI Sumut. |
PADANG LAWAS UTARA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V di Aula Hotel Mitra Gunungtua, Senin (24/8/2026).
Ajang regenerasi kepemimpinan pemuda ini diwarnai seruan tegas dari berbagai tokoh daerah hingga provinsi untuk memerangi narkoba, memberantas judi online, dan membangun kemandirian ekonomi.
Ketua Panitia Musda, Anwarsyah Siregar, ST., melaporkan bahwa seluruh tahapan kepesertaan dan pendaftaran telah berjalan sesuai konstitusi organisasi. Dari masa pendaftaran yang dibuka pada 15-19 Agustus lalu, tercatat hanya ada satu nama yang mendaftar sebagai bakal calon ketua.
Dinamika yang mengerucut ini disambut baik oleh Ketua Caretaker Andi Lumaho Harahap, SH., dan Ketua Demisioner periode 2022-2025 Machmud Pratama Harahap, ST., yang menitipkan harapan agar ketua terpilih mampu bersinergi penuh dengan pemerintah daerah.
Wakil Bupati Paluta, H. Basri Harahap, saat membuka acara secara resmi, menegaskan bahwa pemuda tidak boleh sekadar menjadi penonton.
“Pemuda harus hadir sebagai pelaku utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya. Lebih lanjut, Basri menyoroti ancaman serius narkoba dan judi online. Ia membeberkan fakta bahwa kebiasaan bermain judi online telah membuat banyak warga kehilangan akses Bantuan Sosial (Bansos) karena rekam jejak digital mereka.
Instruksi senada dan lebih keras datang dari Ketua DPD KNPI Provinsi Sumatera Utara, Aldi Syahputra Siregar. Di hadapan Wakapolres Paluta, ia meminta agar tidak ada kompromi bagi pengurus KNPI yang terjerat narkoba.
“Jangan direhab, langsung ditangkap saja. Kami dari provinsi akan langsung memberikan sanksi tegas,” ucap Aldi. Ia juga menantang pengurus baru KNPI Paluta untuk mengelola lahan percontohan pertanian jagung sebagai ujian kemandirian organisasi.
Sementara itu, Ketua DPRD Paluta, Mula Rotua Siregar, S.Sos., mengingatkan bahwa Musda bukan sekadar agenda seremonial.
“Siapapun yang menjadi ketua, rangkullah seluruh OKP. Pemuda yang hadir hari ini adalah calon-calon pemimpin masa depan yang akan menggantikan tongkat estafet kepemimpinan daerah dalam 5 hingga 10 tahun ke depan,” pungkasnya. (AR)
