Hadiri Pelantikan PCNU dan Muslimat NU, Bupati Paluta Tekankan Sinergi Bangun Karakter Umat

Bupati menyoroti peran penting organisasi keagamaan dalam membangun daerah secara holistik

Redaksi Dalto Media
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:40 WIB Last Updated 2026-10-31T08:40:57Z

Bupati Paluta saat memberikan sambutan pada pelantikan PCNU dan Muslimat NU Paluta.

PADANG LAWAS UTARA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) masa khidmat 2026–2031 secara resmi dilantik. Prosesi pengukuhan yang berlangsung penuh khidmat ini diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Paluta, Jumat (30/10/2026).

​Berdasarkan surat keputusan pengesahan kepengurusan, jajaran PCNU Kabupaten Paluta dipimpin oleh Rais Syuriyah H. Amir Mahmud Hasibuan, S.Ag., dan Katib Imom Mulia Harahap, S.H.I.. Jajaran Tanfidziyah dinakhodai oleh Ketua H. Abdul Mutholib Siregar, M.Pd., didampingi Sekretaris Martua Raja Daulay, S.Ag., serta Bendahara Lina Harahap, M.Pd.I.. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Paluta juga dikukuhkan di bawah kepemimpinan Dra. Hj. Rosidah, S.Pd.I., sebagai Ketua., Hj. Darwisah, S.Ag, sebagai Sekretaris dan Hj. Sarinah Siregar sebagai Bendahara.

​Hadir memberikan sambutan, Bupati Paluta, H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi sekaligus mengingatkan besarnya tanggung jawab para pengurus.

​“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Paluta, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus PCNU dan Muslimat NU masa khidmat 2026–2031 yang baru dilantik. Pelantikan ini bukan sekadar pengukuhan kepengurusan, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab besar untuk berkhidmat kepada umat,” tegas Bupati.

​Lebih lanjut, Bupati menyoroti peran penting organisasi keagamaan dalam membangun daerah secara holistik. “Pemerintah daerah menyadari, membangun Paluta tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur dan meningkatkan perekonomian. Yang tidak kalah penting adalah membangun manusianya, memperkuat iman, memuliakan akhlak, dan menjaga nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

​Hal ini selaras dengan visi pemerintah untuk mewujudkan keberlanjutan pembangunan Paluta yang Beriman, Cerdas, Maju, dan Beradab.

​Bupati juga berpesan tentang esensi sebuah pengabdian. “Karena keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya diukur dari besarnya nama dan banyaknya kegiatan, tetapi dari manfaat dan kebaikan yang ditinggalkan bagi masyarakat,” pesannya.

​Ia berharap momentum pelantikan ini menjadi awal untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah.

​Sejalan dengan harapan Bupati, Ketua PCNU Kabupaten Paluta yang baru dilantik, H. Abdul Mutholib Siregar, M.Pd., menyampaikan komitmennya. Ia mengawali pidatonya dengan rasa syukur atas dukungan pemerintah daerah.

​“Terima kasih sangat kepada Pemkab Paluta yang telah memberikan kepada kami dukungan baik materi ataupun pemikiran sehingga terlaksananya pelantikan hari ini,” ungkapnya.

​Dalam kepemimpinannya, Abdul Mutholib menegaskan tiga fokus utama. “PCNU Paluta ini membawa tiga tema. Satu namanya bersinergi, nomor dua namanya berkolaborasi, nomor tiga namanya bermanfaat,“ jelasnya.

​Ia menekankan pentingnya kesatuan gerak di internal pengurus, badan otonom (banom), dan lembaga NU, serta komitmen untuk bahu-membahu menyukseskan visi dan misi Bupati Paluta. Ia juga berharap kehadiran PCNU dan Muslimat NU dapat memberikan manfaat seluas-luasnya, sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW sebagai rahmatan lil 'alamin.

​Acara puncak dilengkapi dengan arahan strategis dari Ketua PWNU Sumatera Utara, KH. Dr. Marahalim Harahap, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau meminta perhatian khusus agar seluruh banom dan lembaga NU mendapat perlakuan yang adil.

​“Karena kesamaan ini semua, kepada Pak Bupati mohon perhatian, berikan hak yang sama kepada badan otonom banom yang lain, jangan hanya pada Muslimat saja,” tegasnya.

​Ia mengingatkan bahwa ada 12 badan otonom dan 18 lembaga di bawah naungan Jam'iyah Nahdlatul Ulama yang semuanya harus diberdayakan.

​KH. Marahalim juga memberikan instruksi tegas kepada pengurus yang dilantik untuk menjadi pelopor dalam mempertahankan paham Ahlussunnah wal Jamaah, khususnya di tengah masifnya peredaran informasi tak valid di era digital yang dapat memicu perpecahan umat.

​Terkait posisi strategis NU, beliau menegaskan, “NU adalah tetap bersama pemerintah, tidak berada pada oposisi pemerintah”. Ia meminta jajaran NU bersinergi untuk mensosialisasikan program pembangunan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

​Menutup arahannya, KH. Marahalim mengimbau seluruh nahdliyin untuk tidak terpancing provokasi di media sosial yang bermaksud menjatuhkan muruah organisasi.

​“Saya berharap tetaplah istikamah pada Jam'iyah Nahdlatul Ulama, tetaplah berkhidmat di Nahdlatul Ulama, karena barokahnya akan datang kepada Bapak Ibu sekalian dari jalan di mana Bapak Ibu juga tidak menduga itu akan datang,” pungkasnya. (AR)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hadiri Pelantikan PCNU dan Muslimat NU, Bupati Paluta Tekankan Sinergi Bangun Karakter Umat

Trending Now

Iklan