Search Button

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Paluta Salurkan 40 Unit Alsintan

Wakil Bupati H. Basri Harahap menegaskan bahwa penyaluran alsintan ini merupakan langkah nyata Pemkab Paluta dalam mendukung program ketahanan pangan

Redaksi Dalto Media
Jumat, 17 Juli 2026 | 14:53 WIB Last Updated 2026-07-17T09:28:49Z

Wakil Bupati Paluta bersama Kelompok Tani penerima manfaat.

PADANG LAWAS UTARA – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) secara resmi menyerahkan bantuan 40 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani. Penyerahan simbolis ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Paluta, H. Basri Harahap, di halaman Kantor Bupati Paluta, Jumat (17/07/2026).

​Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia tersebut terdiri atas 5 unit traktor roda empat (TR4), 25 unit pompa air, dan 10 unit power thresher. Seluruh peralatan mekanisasi ini didistribusikan kepada kelompok tani yang tersebar di berbagai pelosok kecamatan di Kabupaten Paluta.

​Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Basri Harahap menegaskan bahwa penyaluran alsintan ini merupakan langkah nyata Pemkab Paluta dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan yang digagas oleh pemerintah pusat.

​“Sebagaimana kita tahu, program Pak Prabowo asal tujuannya adalah untuk meningkatkan swasembada pangan dan ketahanan pangan. Harapan kita supaya masyarakat petani di Padang Lawas Utara juga tumbuh semangatnya dengan adanya bantuan ini,” ujar Wakil Bupati kepada awak media usai acara penyerahan.

​Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan bahwa seluruh alsintan tersebut diberikan secara eksklusif untuk kelompok tani, bukan milik perorangan. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus dirasakan bersama oleh seluruh anggota kelompok sesuai dengan regulasi yang ada.

​Guna meminimalisasi penyalahgunaan alat, Pemkab Paluta menerapkan mekanisme monitoring dan evaluasi (Monev) yang terstruktur, melibatkan berbagai pihak mulai dari aparatur desa hingga tim penyuluh pertanian.

​“Secara formal ini diserahkan ke kelompok tani, tetapi waktu penyerahan kita persyaratkan harus ikut Kepala Desa. Kepala Desa sebagai kepala pemerintahan harus mengetahui ada penggunaan alat alsintan di desanya,” tegas Basri Harahap.

​Selain Kepala Desa, Wakil Bupati juga meminta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), para penyuluh, dan Dinas Pertanian untuk aktif memantau penggunaan alat tersebut hingga ke tingkat desa. Pengawalan ini dinilai sangat krusial sebagai bahan laporan evaluasi ke pemerintah pusat, mengingat Kabupaten Paluta sejatinya masih sangat kekurangan alsintan untuk memaksimalkan produksi daerah.

​Langkah proaktif pemerintah ini disambut antusias oleh para petani penerima manfaat. Sahban Siregar, perwakilan dari Kelompok Tani Bahal, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah terhadap nasib para petani.

​“Terima kasih atas bantuan dari Kementerian Pertanian, khususnya kepada Pak Prabowo. Mudah-mudahan kami bisa membawa petani lebih maju dan sejahtera. Kami akan berjuang supaya petani Indonesia maju dan makmur,” ungkap Sahban dengan penuh semangat.

​Sahban juga menaruh harapan besar agar program dukungan sarana dan prasarana seperti ini dapat berjalan berkesinambungan dan jumlahnya terus ditingkatkan. Menurutnya, kehadiran alat-alat modern sangat krusial untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen kelompok tani.

​“Harapannya semoga lancar dan bertambah-tambah bantuan dari pemerintah, khususnya pertanian, kepada masyarakat ataupun kami para petani. Tujuannya satu, supaya bisa memakmurkan petani di Indonesia,” tutup Sahban. (AR)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Paluta Salurkan 40 Unit Alsintan

Trending Now

Iklan