![]() |
| AKBP Anton Santoso disambut dengan tradisi gerbang pedang pora. |
TAPANULI SELATAN – Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) yang baru, AKBP Anton Santoso, S.I.K., M.M., menegaskan komitmennya untuk memimpin dengan gaya yang tegas, profesional, namun tetap humanis. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rangkaian tradisi penyambutan di Mapolres Tapanuli Selatan, Rabu (15/7/2026).
Kedatangan AKBP Anton beserta istri, Ny. Citra Anton, disambut hangat melalui perpaduan tradisi adat budaya dan penghormatan kedinasan. Rangkaian acara meliputi pengalungan bunga, tradisi mangulosi, pertunjukan pencak silat adat, jajar kehormatan, hingga prosesi gerbang pedang pora.
“Saat menerima ulos, saya memaknainya bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai bentuk doa, penerimaan, sekaligus amanah besar untuk menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Tapanuli Selatan,” ungkap AKBP Anton.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006 ini menekankan bahwa tugas pokoknya akan berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Tegas itu bukan berarti kasar, dan humanis bukan berarti lemah,” tegasnya merujuk pada prinsip kepemimpinan yang akan ia terapkan.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh personel Polres Tapsel untuk bekerja lebih cepat, responsif terhadap situasi, dan mengedepankan langkah proaktif di lapangan.
“Saya tidak ingin polisi hanya hadir setelah masalah terjadi. Kita harus hadir lebih awal di tengah masyarakat untuk mendengar, mencegah, merangkul, dan menyelesaikan persoalan dengan cara yang paling tepat,” pesannya.
Terkait program kerja kepolisian, AKBP Anton memastikan akan melanjutkan inovasi dan capaian positif dari pejabat sebelumnya, sembari mengevaluasi aspek-aspek yang masih membutuhkan penguatan.
“Yang sudah baik pasti kita lanjutkan, dan yang belum maksimal akan kita perbaiki. Prinsipnya, kita bekerja murni demi masyarakat sekaligus menjaga marwah institusi Polri,” tambahnya.
Sebagai penutup, perwira menengah berpangkat dua melati ini menyadari bahwa upaya memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Tapsel tidak bisa dilakukan oleh polisi sendirian. Dibutuhkan sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat.
“Kamtibmas yang tangguh lahir dari kebersamaan. Oleh karena itu, ke depan tidak boleh ada jarak antara Polres Tapsel dan masyarakat,” pungkasnya. (AR)
