![]() |
| Foto: Salah satu rumah warga yang terbakar dan diduga asal pertama api. |
PADANG LAWAS UTARA – Insiden kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Lingkungan IV, Kelurahan Pasar Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Kamis (16/4/2026) siang.
Sebanyak lima unit rumah sekaligus warung ludes dilalap si jago merah. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 1,2 miliar.
Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Harahap, membenarkan adanya peristiwa nahas tersebut. Pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 12.35 WIB dan langsung menerjunkan personel gabungan dari Unit Reskrim dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) ke lokasi.
“Personel langsung kita kerahkan ke TKP untuk mengamankan lokasi, membantu evakuasi, dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Setibanya di sana, api memang sudah membesar dan merembet ke beberapa bangunan,” ujar AKP Abdul Hakim saat dikonfirmasi, Kamis (16/4).
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan yakni Endar Muda (52), Gumanti Nanggor Harahap (40), dan M. Rafi (52), kobaran api bermula dari rumah salah satu warga bernama Samson Harahap (62).
“Awalnya saksi melihat kepulan asap tebal dari rumah Bapak Samson. Saat didekati dan pintunya dibuka, ternyata sudah ada kobaran api yang sangat besar di dalam rumah. Karena api cepat membesar, jilatan api kemudian menyambar ke rumah tetangga di sebelahnya,” jelas Kapolsek membeberkan kronologi.
Melihat kondisi tersebut, warga sekitar sempat bergotong-royong mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak berselang lama, tiga unit armada pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi. Berkat upaya keras petugas dibantu masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 14.40 WIB. Pascademamaman, personel Polsek Padang Bolak langsung memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Lebih lanjut, AKP Abdul Hakim merinci bahwa kelima bangunan yang terbakar adalah milik Samson Harahap (62), Jhoni Siregar (42), Mora Pinayungan Hasibuan (57), Mula Parmonangan Harahap (49), dan Mukso Ginda (55). Semuanya tercatat sebagai warga setempat yang berprofesi sebagai wiraswasta.
“Alhamdulillah, kita pastikan untuk korban jiwa nihil. Namun, karena kelima bangunan beserta barang-barang di dalamnya ludes, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti munculnya titik api,” pungkas AKP Abdul Hakim Harahap. (AR)
