Wabup Paluta Resmikan SPPG Portibi Hadungdung: Wujudkan Generasi Emas dan Gerakkan Ekonomi Desa

Redaksi Dalto Media
Senin, 30 Maret 2026 | 15:22 WIB Last Updated 2026-03-30T08:22:00Z
Foto: Wabup Paluta Basri Harahap resmikan SPPG Paluta Portibi Hadungdung, Senin (30/3/2026).

PADANG LAWAS UTARA – Wakil Bupati (Wabup) Padang Lawas Utara (Paluta), Basri Harahap, secara resmi membuka Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG) Portibi Hadungdung di Desa Hadungdung, Kecamatan Portibi, Senin (30/3/2026).

​Mengusung tema "Menuju Generasi Emas, Sehat dan Cerdas", peresmian fasilitas ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat pedesaan.

Program SPPG ini secara khusus menyasar pemenuhan gizi terukur bagi anak-anak, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah menengah. Selain itu, fasilitas ini juga memberikan intervensi gizi bagi ibu hamil dan balita sebagai upaya konkret memutus mata rantai stunting di Kabupaten Paluta.

​Dalam arahannya, Wabup Basri menegaskan bahwa kehadiran SPPG di Kecamatan Portibi membawa misi ganda yang saling berkesinambungan antara sektor kesehatan dan kesejahteraan ekonomi.

​“Tugas utama kita di sini jelas ada dua, pertama, mencerdaskan anak-anak sekolah kita melalui asupan gizi yang baik dan kedua, menyejahterakan masyarakat di sekitar kita,” tegas Basri Harahap di hadapan perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD, jajaran Kepala SPPG, aparatur desa, tenaga pendidik, dan warga setempat.

Untuk memastikan program berjalan optimal, Basri Harahap mensyaratkan adanya tata kelola manajerial yang profesional. Pengelolaan SPPG diwajibkan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat guna menjaga kualitas gizi dan transparansi anggaran.

​“Pengelolaan ini tidak boleh main-main. Kita wajib melibatkan ahli gizi bersertifikat dan tenaga akuntansi yang mumpuni. Jangan sampai asal-asalan, karena ini menyangkut kecerdasan anak-anak kita dan masa depan bangsa,” ujarnya.

​Lebih lanjut, SPPG Portibi juga dirancang sebagai katalisator ekonomi desa melalui sistem ekonomi sirkular. Manajemen SPPG diinstruksikan untuk menyerap hasil panen langsung dari petani lokal di Desa Hadungdung dan sekitarnya, bukan mendatangkan bahan baku dari luar daerah.

​“Sumber daya alam kita ini kaya. Untuk kebutuhan dapur gizi, mulai dari sayur mayur, kangkung, bayam, hingga pisang, wajib dibeli dari petani lokal kita sendiri. Berdayakan hasil panen masyarakat kita agar mereka juga ikut sejahtera,” tambahnya.

Inisiatif terpadu ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk Camat Portibi, Julpikar Harahap. Menurutnya, program ini sangat selaras dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Paluta untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan maju.

​Menutup rangkaian acara, Julpikar menekankan bahwa peluncuran SPPG merupakan investasi jangka panjang dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Di tengah persaingan global, kesehatan fisik dan ketajaman intelektual adalah kunci kemajuan.

​"Langkah yang kita mulai hari ini adalah persiapan untuk 20 tahun ke depan. Harapan kita, di masa Indonesia Emas nanti, anak-anak kita khususnya dari Kecamatan Portibi tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus tumbuh menjadi SDM yang kuat dan mampu bersaing dengan generasi terbaik lainnya," tutup Julpikar. (AR)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wabup Paluta Resmikan SPPG Portibi Hadungdung: Wujudkan Generasi Emas dan Gerakkan Ekonomi Desa

Trending Now

Iklan