![]() |
| Foto: Pertamina pasang spanduk “SPBU ini sedang dalam proses pembinaan” di SPBU Tano Ponggol. |
PADANG LAWAS UTARA - Setelah sempat viral akibat BBM jenis Pertalite yang diperjualbelikan bercampur air, SPBU Tano Ponggol, Desa Aek Suhat, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dikenai sanksi oleh pihak Pertamina.
Menurut Kabid Perdagangan pada Dinas Perindag Kabupaten Paluta Afrul Fahru Rozi menyebutkan bahwa SPBU Tano Ponggol dikenai sanksi oleh Pertamina setelah diperiksa oleh pihak kepolisian dan tim dari Pemkab Paluta terkait dugaan BBM Pertalite tercampur air.
“Hasil pemeriksaan bersama Polres Tapsel dan pihak Pertamina, disinyalir BBM jenis Pertalite tercampur air akibat adanya kebocoran tangki pendam (penampung) milik SPBU Tano Ponggol,” katanya melalui selulernya, Rabu (21/1/2026).
Dikatakannya, pihak Pertamina dan Kepolisian juga telah memerintahkan agar SPBU Tano Ponggol melakukan perbaikan dan pembersihan tangki pendam terutama untuk BBM jenis Pertalite.
Selain itu, pihak Pertamina juga telah memberikan sanksi kepada SPBU Tano Ponggol berupa penghentian sementara suplai BBM jenis Pertalite.
“Dikenai sanksi berupa penghentian suplai BBM jenis Pertalite oleh Pertamina sejak Desember 2025 lalu yang berlaku hingga tanggal 25 Januari 2026,” terangnya.
Pantauan, pihak Pertamina juga membuat spanduk berisi pemberitahuan bahwa SPBU Tano Ponggol sedang dalam proses pembinaan. Meski begitu, SPBU Tano Ponggol tetap beroperasi, namun stok BBM jenis Pertalite tidak ada.
Tim Unit Idik II Satuan Reskrim pada Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) langsung turun ke SPBU 152227054 Tano Ponggol yang berlokasi di Desa Aek Suhat Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta pada Kamis (11/12/2025) lalu, akibat adanya laporan masyarakat bahwa BBM jenis Pertalite bercampur air.
Saat melakukan pemeriksaan, tim yang dipimpin Kanit II Ekonomi SatReskrim Polres Tapsel Ipda Riqy Yusriadi didampingi Kasubbag SDA pada Bagian Ekonomi dan SDA Setdakab Paluta Netty Juana dan Kabid Perdagangan pada Dinas Perindag Kabupaten Paluta Afrul Fahru Rozi bersama tim menemukan bahwa BBM jenis Pertalite pada pompa 1 memang bercampur air. (AR)
