Search Button

Pemkab Paluta Sambut Tim Penjaringan Provinsi, Desa Bahal Siap Menjadi Kampung Kreatif Sumut

Pemkab Paluta secara resmi mengusulkan Desa Bahal sebagai salah satu kandidat unggulan dengan mengusung konsep “Bahal Heritage Creative Village”.

Redaksi Dalto Media
Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:27 WIB Last Updated 2026-10-01T17:27:12Z

Bupati Paluta menyerahkan cinderamata miniatur Candi Bahal.

PADANG LAWAS UTARA – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menerima kunjungan Tim Penjaringan Provinsi Sumatera Utara di Ruang Rapat Bupati, Kamis (1/10/2026). Kunjungan ini merupakan entry meeting sekaligus langkah awal verifikasi dan validasi lapangan untuk Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026.

​Dalam program ini, Pemkab Paluta secara resmi mengusulkan Desa Bahal sebagai salah satu kandidat unggulan dengan mengusung konsep “Bahal Heritage Creative Village”. Konsep ini dirancang untuk memadukan potensi warisan sejarah dan budaya lokal dengan pengembangan pariwisata, UMKM, serta ekonomi kreatif masyarakat.

​Bupati Padang Lawas Utara, H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si., menyambut baik kedatangan tim tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran tim provinsi sangat penting untuk melihat langsung kesiapan Desa Bahal secara objektif.

​“Bahal punya warisan sejarah dan potensi budaya yang luar biasa. Namun, warisan ini tidak cukup hanya dijaga, tetapi harus dikembangkan agar menjadi penggerak ekonomi, pariwisata, dan UMKM yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Reski.

​Guna mendukung kelancaran penilaian, Bupati menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait untuk menyajikan data yang akurat serta dokumen pendukung yang lengkap. Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat Desa Bahal mulai dari Pemerintah Desa, BPD, TP PKK, Karang Taruna, kelompok tani, hingga tokoh masyarakat untuk menunjukkan partisipasi aktif mereka.

​“Kita ingin menunjukkan bahwa konsep ini lahir dan tumbuh dari masyarakat. Pemkab Paluta juga sangat terbuka terhadap masukan dari Tim Provinsi agar program ini tidak hanya sekadar memenuhi syarat penilaian, tetapi benar-benar berkelanjutan,” tambahnya.

​Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Rasyid Ritonga, menjelaskan bahwa Program Kampung Kreatif Sumut Berkah adalah gagasan Gubernur untuk mendorong pembangunan yang sinergis dan berkelanjutan di setiap daerah.

​Menurut Ahmad Rasyid, program ini mensyaratkan usulan yang logis, tepat sasaran, dan berangkat dari kebutuhan serta partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah Provinsi sendiri telah menyiapkan dukungan anggaran mulai dari Rp5 miliar hingga Rp50 miliar, menyesuaikan dengan kebutuhan program yang diusulkan.

​“Keterlibatan masyarakat adalah kunci. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton atau penerima manfaat, tetapi harus menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi desanya,” tegas Rasyid.

​Setelah paparan di tingkat kabupaten, Tim Penjaringan langsung turun ke Desa Bahal untuk melakukan verifikasi faktual. Langkah ini bertujuan memastikan kesesuaian antara proposal, masterplan, dan kondisi riil di lapangan. Hasil validasi ini nantinya akan menjadi dasar penilaian bagi Pemprov Sumut dalam menentukan kelayakan program “Bahal Heritage Creative Village”.

​Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, Asisten III, pimpinan OPD terkait, Camat Portibi, Kepala Desa Bahal, Kepala Cabang Bank Sumut, serta para tokoh masyarakat setempat. (AR)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemkab Paluta Sambut Tim Penjaringan Provinsi, Desa Bahal Siap Menjadi Kampung Kreatif Sumut

Iklan