Pemprov Sumut Gelontorkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana, Infrastruktur Jadi Prioritas Utama

Redaksi Dalto Media
Senin, 12 Januari 2026 | 23:05 WIB Last Updated 2026-01-13T01:16:32Z

Foto: Kepala BNPB, Kasatgas Pemulihan Bencana Sumatera dan Gubernur Sumut.

MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bergerak cepat dalam penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Pemprov Sumut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp430 miliar yang akan dialokasikan ke dalam lima bidang prioritas untuk mempercepat pemulihan.

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution merinci alokasi anggaran tersebut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera di Kantor Gubernur Sumut, Senin (12/1/2026).

​Sektor infrastruktur mendapat porsi terbesar yakni Rp275 miliar, yang mencakup perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, hingga rehabilitasi rumah. Pos anggaran lainnya meliputi bantuan keuangan ke pemerintah daerah (Rp110 miliar), pendidikan (Rp36,8 miliar), kesehatan (Rp6,9 miliar), serta komunikasi dan informatika (Rp1,68 miliar).

​“Kita akan lakukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana. Khusus bidang pendidikan, anggaran kita bagi dua, yakni untuk perbaikan infrastruktur sekolah dan pemberian SPP gratis bagi siswa di daerah terdampak bencana,” tegas Bobby Nasution.

​Selain itu, Bobby juga memaparkan rencana pembangunan 200 unit Hunian Tetap (Huntap) dengan anggaran Rp1,2 miliar. Ia menegaskan akan menyinkronkan data dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar tidak terjadi tumpang tindih. Jika kebutuhan Huntap sudah terpenuhi oleh pusat, anggaran daerah akan dialihkan untuk meningkatkan kualitas rumah yang dibangun.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, yang hadir dalam rapat tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat. BNPB menyiapkan 5.951 unit Huntap untuk wilayah Sumut, serta bantuan tunai hunian.

​“Target kami, tidak ada lagi masyarakat di pengungsian saat bulan puasa nanti. Semua harus sudah di hunian sementara (Huntara), menyewa rumah, atau di rumah kerabat dengan biaya yang kami tanggung,” ujar Suharyanto.

BNPB juga menyiapkan dana tunggu hunian Rp600 ribu per jiwa/bulan, serta modal usaha Rp5 juta bagi pengusaha terdampak.

​Sementara itu, Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera, Tito Karnavian, menilai pemulihan di Sumut secara umum sudah membaik. Namun, ia memberi catatan khusus untuk percepatan di beberapa daerah seperti Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), dan Sibolga.(AR)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemprov Sumut Gelontorkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana, Infrastruktur Jadi Prioritas Utama

Trending Now

Iklan